Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas. Tampilkan semua postingan

30 Mei 2014

Laporan Keuangan

ANALISIS SUMBER DAN PENGGUNAAN

 
Kertas Kerja Neraca Konsolidasi PT GUDANG GARAM Tbk
31 JUNI 2007 – 31 JUNI 2008
(disajikan dalam satuan rupiah)


·         Kas Deviden:
Rumus: Laba Bersih 2007 + Laba Bersih 2008

Rp 710.565 + Rp 891.358 = Rp 1.601.923

·         Laba Operasi:
Rumus: Kas Deviden + saldo laba

(Rp 710.565 + Rp 891.358) + (Rp 200.000 + Rp 1.036.485)
= Rp 1.601.923 + Rp 1.236.485 = Rp 2.838. 408

Analisis Sumber dan Penggunaan Dana
pada PT.GUDANG GARAM Tbk
31 JUNI 2007 – 31 JUNI 2008
(disajikan dalam satuan rupiah)

11 Maret 2014

Review Laporan Keuangan

ANALISA PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN PERBANKAN KONVENSIONAL


Judul   : ANALISA PERBANDINGAN KINERJA KEUANGAN PERBANKAN SYARIAH DENGAN
  PERBANKAN KONVENSIONAL
Penulis : 1. Silvia Paramita
  2. Anis Chariri
Jurnal  :
Volume  : 2
Tahun   : 2013
Nomor   : 2
Halaman : 1 – 12

A.  PENDAHULUAN
Tujuan perusahaan bukan hanya untuk meningkatkan kemakmuran pemilik atau para investor, melainkan bertanggung jawab kepada para stakeholdernya. Menurut Yuliusman (2008),perusahaan memberikan banyak keuntungan kepada masyarakat karena mampu menyediakan barang dan jasa yang dibutuhkan. Namun, kegiatan perusahaan dalam menghasilkan laba dan memenuhi kebutuhan masyarakat secara otomatis menimbulkan konsekuensi pada lingkungan hidup di sekitarnya. Pencemaran lingkungan yang tidak jarang dilakukan oleh perusahaan saat ini dapat menimbulkan kerugian bagi masyarakat, lingkungan hidup, dan juga keberlanjutan usaha dari perusahaan itu sendiri.
Perusahaan perlu membangun citra dan kepedulian masyarakat terhadap kinerja mereka. Perusahaan perlu membuktikan apa yang dilakukan oleh perusahaan dan pencapaiannya terbukti nyata memberi nilai tambah bagi masyarakat. Masyarakat secara tidak langsung akan memantau seberapa besar kepedulian perusahaan terhadap lingkungan.
Menurut Gray at al (1987): tumbuhnya kesadaran publik akan peran perusahaan di tengah masyarakat melahirkan kritik karena perusahaan menciptakan masalah sosial, polusi, sumber daya, limbah, mutu produk, tingkat keamanan produk, serta hak dan status tenaga kerja. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk tidak memandang sebelah mata kinerja lingkungan. Perusahaan perlu melakukan investasi yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan. Shortt (2012) mengemukakan bahwa environmental investment dapat meningkatkan reputasi perusahaan dimata custormers yang sekaligus dapat meningkatkan kinerja perusahaan.
Investasi lingkungan yang dilakukan perusahaan merupakan suatu upaya perlindungan dengan melakukan pengelolaan lingkungan dan mengurangi dampak lingkungan perusahaan (Nakamura, 2011). Dalam hal ini, perusahaan mengeluarkan sejumlah biaya untuk melakukan manajemen hijau (green management) sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan hidup dan melakukan pencegahan terhadap pencemaran lingkungan sehingga dapat mencapai kinerja lingkungan yang baik. Investasi lingkungan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya struktur kepemilikan. Pasar modal merupakan salah satu yang memberikan perhatian lebih akan adanya tanggung jawab sosial dan lingkungan. Anggraini (2011) menemukan adanya pengaruh kepemilikan asing dan institusional terhadap pengungkapan pertanggungjawaban sosial perusahaan. Jenis industri juga dapat mempengaruhi perusahaan dalam melakukan investasi lingkungan. Perusahaan yang memberikan dampak lingkungan yang besar kepada masyarakat akan mengungkapkan lebih banyak mengenai tanggung jawab sosialnya dibandingkan dengan perusahaan dengan dampak lingkungan yang lebih kecil (Sembiring, 2003). Selain itu, ukuran perusahaan juga dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan investasi lingkungan (Hart dan Ahuja, 1996). Menurut Nakamura (2011:102), perusahaan yang besar memiliki lebih banyak sumber daya untuk diinvestasikan, sehingga semakin besar ukuran perusahaan semakin besar pula investasinya.
Investasi di bidang lingkungan ini mulai mendapat perhatian lebih dari masyarakat dan pemerintah mengapresiasi dengan memberikan penghargaan atas kinerja lingkungan suatu perusahaan. Beberapa lembaga memberikan penghargaan khusus bagi perusahaan yang memberikan kepedulian pada lingkungan. PROPER merupakan salah satu bentuk penghargaan yang diberikan Kementerian Lingkungan Hidup kepada perusahaan yang serius menginvestasikan dana khusus pada isu lingkungan.
Penelitian terdahulu mengenai Environmental Investment (EI) dilakukan oleh Nakamura (2011) yang menemukan adanya hubungan antara investasi lingkungan dengan kinerja perusahaan dan menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dalam hubungan tersebut. Penelitian terkait yang pernah dilakukan salah satunya oleh Hart dan Ahuja (1996) menunjukkan bahwa kinerja keuangan perusahaan memiliki hubungan positif dengan environmental investment. Lindrianasari (2007) dan Restuningdiah (2010) juga menemukan adanya hubungan positif yang signifikan antara kinerja lingkungan dengan kinerja finansial perusahaan. Jadi, kebanyakan penelitian sebelumnya menyimpulkan bahwa adanya hubungan yang positif antara kinerja lingkungan dan kinerja ekonomi perusahaan. Namun, penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi investasi lingkungan dan konsekuensinya terhadap kinerja perusahaan masih sangat jarang di Indonesia.Oleh sebab itu, penelitian ini berusaha memberikan bukti empiris mengenai determinan investasi lingkungan dan pengaruh investasi lingkungan yang dilakukan perusahaan terhadap kinerja perusahaannya, dengan sampel perusahaan-perusahaan publik yang memperoleh penilaian PROPER untuk tahun 2009, 2010 dan 2011.
B.  KERANGKA PEMIKIRAN TEORITIS DAN PERUMUSAN HIPOTESIS
Perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap masyarakat sebagai akibat dari kegiatan operasional perusahaan. Investasi lingkungan merupakan salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk memperbaiki atau mengurangi dampak kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh perusahaan. Semakin banyak kontribusi perusahaan terhadap lingkungan maka citra dan legitimasi perusahaan di mata masyarakat semakin baik (Hart dan Ahuja, 1996; Fitriyani, 2012; dan Nakamura, 2011) sehingga dapat meningkatkan kinerja finansial perusahaan.
Teori legitimasi dan teori stakeholder menjadi landasan bagi perusahaan untuk memperhatikan apa yang menjadi harapan masyarakat dan mampu menyelaraskan nilai-nilai perusahaannya dengan norma-norma sosial yang berlaku di tempat perusahaan tersebut melangsungkan kegiatannya. Perusahaan dapat melakukan investasi lingkungan sebagai salah satu bentuk perhatian masyarakat terhadap lingkungan dan masyarakat.
a.  Ukuran perusahaan dengan investasi lingkungan
Ukuran perusahaan mencerminkan seberapa besar aset dan sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Sejalan dengan teori legitimasi, semakin besar ukuran perusahaan, semakin besar pula pengorbanan sosial yang dilakukan sebagai refleksi dari perhatian perusahaan terhadap masyarakat. Perusahaan yang lebih besar memiliki lebih banyak sumber daya untuk di investasikan, sehingga semakin besar ukuran perusahaan, semakin besar pula kemampuan untuk melakukan investasi lingkungan (Nakamura, 2011).
b.  Jenis Industri dengan investasi lingkungan
Perusahaan yang memberikan dampak lingkungan yang besar kepada masyarakat akan mengungkapkan lebih banyak mengenai tanggung jawab sosialnya dibandingkan dengan perusahaan dengan dampak lingkungan yang lebih kecil. Ada dua jenis industri berdasarkan tingkat sensitivitasnya terhadap lingkungan, yaitu high profile dan low profile. Robert dalam Hackston dan Milne (1996) mendefinisikan high profile industry sebagai industri yang memiliki visibilitas konsumen, resiko politik, dan kompetisi yang tinggi.
Hackston dan Milne (1996); Dirgantari (2002); Sembiring (2003); dan Shortt (2012) menyimpulkan bahwa perusahaan high profile industry secara signifikan mengungkapkan lebih banyak informasi sosial dan lingkungan karena dampak yang dihasilkan lebih besar, sehingga dapat mempengaruhi perusahaan untuk melakukan investasi lingkungan yang lebih besar.
c.  Struktur kepemilikan dengan investasi lingkungan
Struktur kepemilikan juga dapat menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi perusahaan dalam melakukan investasi lingkungan. Perusahaan memiliki kewajiban untuk memuaskan para pemegang saham sebagai bagian dari stakeholder atas modal dan sumber daya yang telah disediakan. Investasi di bidang lingkungan dapat menjadi salah satu upaya yang dilakukan perusahaan untuk bertanggung jawab kepada para stakeholdernya. Salah satu struktur kepemilikan yang cukup besar dalam sebuah perusahaan adalah kepemilikan institusional. Kepemilikan institusional merupakan kepemilikan saham perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh institusi atau lembaga (perusahaan asuransi, bank, perusahaan investasi, asset management dan kepemilikan institusi lain). Keberadaan investor institusional dianggap mampu memonitor secara efektif setiap keputusan dan tindakan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan karena investor institusional terlibat dalam pengambilan keputusan perusahaan yang strategis

Melihat adanya hubungan dari ukuran perusahaan, jenis industri, dan struktur kepemilikan terhadap investasi lingkungan, serta pengaruhnya terhadap kinerja perusahaan, maka kerangka pemikiran untuk penelitian ini disusun sebagai berikut:

C.  METODE PENELITIAN

a.  Populasi dan Sampel
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di BEI pada tahun 2009, 2010, dan 2011. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Adapun pertimbangan yang digunakan pemilihan sampel adalah: (i) seluruh perusahaan go public yang menerbitkan dan memplubikasikan laporan tahunannya periode 2009, 2010, dan 2011, dan (ii) perusahaan-perusahaan go public yang telah mengikuti program penilaian PROPER tahun 2009, 2010, dan 2011.
Terdapat 30 perusahaan yang telah melakukan penilaian PROPER di tahun 2009-2011. Laporan keuangan perusahaan beserta rasio laporan keuangannya tersedia di www.idx.co.id, sedangkan peringkat PROPER diperoleh dari Laporan PROPER yang diterbitkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.






b.  Metode Analisis
Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif dan analisis inferensial. Analisis deskriptif menggunakan statistik deskriptif (minimum, maksimum, rata-rata dan standar deviasi) sedangkan analisis inferensial yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda untuk hipotesis 1-4 dan analisis regresi linear sederhana untuk hipotesis 5. Dalam analisis regresi, data yang akan diolah terlebih dahulu harus bebas dari uji asumsi klasik. Pengujian asumsi klasik yang harus dipenuhi antara lain: uji asumsi normalitas, multikoliniearitas, autokorelasi, dan heterokedastisitas (Ghazali, 2009). Pada uji hipotesis, terdapat dua model regresi, yaitu:

Model 1:
INV = a1 + a2size + a3profile + a5FO + e

Model 2:
ROA = b1 + b2INV + e
D.  HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Sampel Penelitian
Berdasarkan data perusahaan-perusahaan yang terdaftar di BEI (Bursa Efek Indonesia) dan melakukan penilaian PROPER secara berturut-turut selama periode 2009-2011 diperoleh sebanyak 30 perusahaan yang memenuhi kriteria untuk dijadikan sampel penelitian.

Adapun tabel ringkasan penentuan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:








Analisis Deskriptif
Berdasarkan tabel 2, jumlah sampel yang digunakan adalah 90 perusahaan karena data tersebut merupakan total sampel selama tiga tahun. Investasi lingkungan (INV) sebagai variabel dependen memiliki nilai minimal sebesar 2, nilai maksimal sebesar 5, rata-rata sebesar 3,4444, dan standar deviasi sebesar 0,62010. Ukuran perusahaan (Firmsize) memiliki nilai minimal sebesar 143.664.943.150, nilai maksimal sebesar 66.983.594.820.159, rata-rata sebesar 11.119.187.134.312, dan standar deviasi sebesar 15.070.500.000.000. Jenis industri (Profile) memiliki nilai minimal sebesar 0, nilai maksimal sebesar 1, rata-rata sebesar 0,7000, dan standar deviasi sebesar 0,46082. Kepemilikan saham institusional (IO) memiliki nilai minimal sebesar 0%, nilai maksimal sebesar 100%, rata-rata sebesar 0,3932, dan standar deviasi sebesar 0,32732. Kepemilikan saham asing (FO) memiliki nilai minimal sebesar 0%, nilai maksimal 93%, rata-rata sebesar 0,3059, dan standar deviasi sebesar 0,30509








Sedangkan pada model 2, jumlah sampel yang digunakan adalah 90 perusahaan karena data tersebut merupakan total sampel selama tiga tahun. Kinerja perusahaan (ROA) sebagai variabel dependen memiliki nilai minimal sebesar -0,16, nilai maksimal sebesar 0,41, rata-rata sebesar 0,0889, dan standar deviasi sebesar 0,10481.
E.  KESIMPULAN
Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah investasi lingkungan dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ukuran perusahaan, jenis industri, dan struktur kepemilikan saham dan apakah investasi lingkungan yang dilakukan perusahaan mempengaruhi kinerja perusahaan. Sampel yang digunakan sebanyak 30 perusahaan go public yang terdaftar dan menerbitkan laporan tahunannya di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2009, 2010, dan 2011 secara berturut-turut serta telah memperoleh peringkat PROPER dari Kementrian Lingkungan Hidup pada periode sampling tersebut.



Sumber:

3 November 2013

E-banking


Perbankan Elekronik (E-banking) E-banking yang juga dikenal dengan istilah internet banking ini adalah melakukan transaksi, pembayaran, dan transaksi lainnya melalui internet dengan website milik bank yang dilengkapi sistem keamanan. Dari waktu ke waktu, makin banyak bank yang menyediakan layanan atau jasa internet banking yang diatur melalui Peraturan Bank Indonesia No. 9/15/PBI/2007 Tahun 2007 tentang Penerapan Manajemen Risiko Dalam Penggunaan Teknologi Informasi Oleh Bank Umum. Penyelenggaraan internet banking merupakan penerapan atau aplikasi teknologi informasi yang terus berkembang dan dimanfaatkan untuk menjawab keinginan nasabah perbankan yang menginginkan servis cepat, aman, nyaman murah dan tersedia setiap saat (24 jam/hari, 7 hari/minggu) dan dapat diakses dari mana saja baik itu dari HP, Komputer, laptop/ note book, PDA, dan sebagainya.
Adapun persyaratan bisnis dari internet banking antara lain:
a.     Aplikasi mudah digunakan;
b.     Layanan dapat dijangkau dari mana saja;
c.     Murah;
d.     Dapat dipercaya;
e.     Dapat diandalkan (reliable).
Di Indonesia, internet banking telah diperkenalkan pada konsumen perbankan sejak beberapa tahun lalu. Beberapa bank besar baik BUMN atau swasta Indonesia yang menyediakan layanan tersebut antara lain BCA, Bank Mandiri, BNI, BII, Lippo Bank, Permata Bank dan sebagainya. Internet banking telah memberikan keuntungan kepada pihak bank antara lain:
1.    Business expansion
Dahulu sebuah bank harus memiliki sebuah kantor cabang untuk beroperasi di tempat tertentu. Kemudian hal ini dipermudah dengan hanya meletakkan mesin ATM sehingga dia dapat hadir di tempat tersebut. Kemudian ada phone banking yang mulai menghilangkan batas fisik dimana nasabah dapat menggunakan telepon untuk melakukan aktivitas perbankannya. Sekarang ada internet banking yang lebih mempermudah lagi karena menghilangkan batas ruang dan waktu.

2.    Customer loyality
Khususnya nasabah yang sering bergerak (mobile), akan merasa lebih nyaman untuk melakukan aktivitas perbankannya tanpa harus membuka account di bank yang berbeda-beda di berbagai tempat. Dia dapat menggunakan satu bank saja.

3.    Revenue and cost improvement
Biaya untuk memberikan layanan perbankan melalui Internet Banking dapat lebih murah daripada membuka kantor cabang atau membuat mesin ATM.

4.    Competitive advantage
Bank yang memiliki internet banking akan memiliki keuntungan dibandingkan dengan bank yang tidak memiliki internet banking. Dalam waktu dekat, orang tidak ingin membuka account di bank yang tidak memiliki fasilitas Internet Banking.

5.    New business model
Internet Banking memungkinan adanya bisnis model yang baru. Layanan perbankan baru dapat diluncurkan melalui web dengan cepat.
Beberapa gambaran umum mengenai jenis-jenis teknologi E-Banking dapat dilihat di bawah ini :
a.   Automated teller machine (ATM)
Terminal elektronik yang idsediakan lembaga keuangan atau perusahaan lainnya yang membolehkan nasabah untuk melakukan penarikan tunai dari rekening simpanannya di bank, melakukan setoran, cek saldo, atau pemindahan dana. 

b.     Computer banking
Layanan bank yang bisa diakses oleh nasabah melalui koneksi internet ke pusat pusat data bank, untuk melakukan beberapa layanan perbankan, menerima dan membayar tagihan, dan lain-lain. 

c.   Debit (or check) card
Kartu yang digunakan pada ATM atau terminal point-of-sale (POS) yang memungkinkan pelanggan memperoleh dana yang langsung didebet (diambil) dari rekening banknya. 

d.   Direct deposit
Salah satu bentuk pembayaran yang dilakukan oleh organisasi (misalnya pemberi kerja atau instansi pemerintah) yang membayar sejumlah dana (misalnya gaji atau pensiun) melalui transfer elektronik. Dana ditransfer langsung ke setiap rekening nasabah. 

e.   Direct payment (also electronic bill payment)
Salah satu bentuk pembayaran yang mengizinkan nasabah untuk membayar tagihan melalui transfer dana elektronik. Dana tersebut secara elektronik ditransfer dari rekening nasabah ke rekening kreditor. Direct payment berbeda dari preauthorized debit dalam hal ini, nasabah harus menginisiasi setiap transaksi direct payment. 

f.     Electronic bill presentment and payment (EBPP)
Bentuk pembayaran tagihan yang disampaikan atau diinformasikan ke nasabah atau pelanggan secara online, misalnya melalui email atau catatan dalam rekening bank. Setelah penyampaian tagihan tersebut, pelanggan boleh membayar taguhan tersebut secara online juga jika berkenan. Pembayaran tersebut secara elektronik akan mengurangi saldo simpanan pelanggan tersebut. 

g.   Electronic check conversion
Proses konversi informasi yang tertuang dalam cek (number rekening, jumlah transaksi, dll) ke dalam format elektronik agar bisa dilakukan pemindahan dana elektronik. 

h.   Electronic fund transfer (EFT)
Perpindahan “uang” atau “pinjaman” dari satu rekening ke rekening lainnya melalui media elektronik.. 

i.     Payroll card
Salah satu tipe “stored-value card” yang diterbitkan pemberi kerja sebagai pengganti cek yang memungkinkan pegawainya mengakses pembayaraannya pada terminal ATM atau Point of Sales. Pemberi kerja menambahkan nilai pembayaran pegawai ke kartu tersebut secara elektronik. 

j.     Preauthorized debit (or automatic bill payment)
Bentuk pembuayaran yang mengizinkan nasabah untuk mengotorisasi pembayaran rutin otomatis yang diambil dari rekening banknya pada tanggal-tangal tertentu dan biasanya dengan jumlah pembayaran tertentu (misalnya pembayaran listrik, tagihan telpon, dll). Dana secara elektronik ditransfer dari rekening pelanggan ke rekening kreditor (misalnya PLN atau PT Telkom). 

k.    Prepaid card
Salah satu tipe Stored-value card yang menyimpan nilai moneter di dalamnya dan sebelumnya pelanggan sudah membayar nilai tersebut ke penerbit kartu. 

l.     Smart card
Salah satu tipe stored-value card yang didalamnya tertanam satu atau lebih chips atau microprocessors sehingga bisa menyimpan data, melakukan perhitungan, atau melakukan proses untuk tujuan khusus (misalnya validasi PIN, otorisasi pembelian, verifikasi saldo rekening, dan menyimpan data pribadi). Kartu ini bisa digunakan pada system terbuka (misalnya untuk pembayaran transportasi public) atau system tertutup (misalnya MasterCard atau Visa networks). 

Kartu yang di dalamnya tersimpan sejumlah nilai moneter, melalui pembayaran sebelumnya oleh pelanggan atau melalui simpanan yang diberikan oleh pemberi kerja atau perusahaan lain. Untuk single-purpose stored value card, penerbit (issuer) dan penerima (acceptor) kartu adalah perusahaan yang sama dan dana pada kartu tersebut menunjukkan pembayaran di muka untuk penggunaan barang dan jasa tertentu (misalnya kartu telpon). Limited-purpose card secara umum digunakan secara terbatas pada terminal POS yang teridentifikasi sebelumnya di lokasi-lokasi tertentu (misalnya vending machines di sekolah-sekolah). Sedangkan multi-purpose card dapat digunakan pada beberapa penyedia jasa dengan kisaran yang lebih luas, misalnya kartu dengan logo MasterCard, Visa, atau logo lainnya dalam jaringan antar bank.

20 Oktober 2013

Devinisi Sistem Informasi Manajemen


1. Sebuah sistem informasi manajemen, atau SIM, adalah sebuah sistem informasi yang selain melakukan semua pengolahan transaksi yang perlu untuk sebuah organisasi, juga memberikan dukungan informasi dan pengolahan untuk fungsi manajemen dan pengambilan keputusannya.
2. Sitem Informasi Manajemen (SIM)  adalah jaringan prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi) dengan maksud memberikan informasi (yang bersifat intern dan ekstern) kepada manajemen, sebagai dasar pengambil keputusan.
3. Sistem Informasi Manajemen, istilah yang umum dikenal orang, adalah sebuah sstem manusia/mesin yang terpadu (integrated), untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model manajemen dan keputusan, dan sebuah ‘data base’.
4. Definisi SIM: Suatu sistem yang menyediakan informasi dan mendukung pengambilan keputusan, dan menyediakan umpan balik dalam kegiatan operasi sehari-hari.
5. Definisi SIM, Sistem Informasi Manajemen adalah informasi yang dapat diibaratkan sebagai darah yang mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya, sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah perusahaan.
6. Sistem informasi manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.

7. Definisi dari Donald W. Kroeber dalam bukunya berjudul Management Information Systems mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen adalah sebuah organisasi, sejumlah proses yang menyediakan informasi kepada manajer sebagai dukungan dalam operasi dan pembuatan keputusan dalam suatu organisasi.
8. Gordon B. Davis mengatakan bahwa Sistem Informasi Manajemen merupakan sebuah system pemakai yang terintegrasi yangn menyediakaninformasi untuk menunjang operasi-operasi manajemen dan fungsi-fungsi pengambilan keputusan di dalam sebuah organisasi. Sistem tersebut memanfaatkan perangkat keras dan perangkat lunak komputer dan prosedur-prosedur manual; model-model untuk analisis, perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan dan suatu data base.
SIM dilihat dari segi pendapat sarjana terdahulu :
1. Ditekankan pada suatu sistem mesin.
2. Sebuah organisasi.
3. Pihak penyaji informasi.
4. Terdapat dalam suatu organisasi.
5. Ditujukan untuk sesuatu hal yaitu operasi sebuah perusahaan, analisis dan pengambilan keputusan.
6. Dilibatkan komputer, prosedur, suatu data base.
9. SIM adalah pengembagan dan penggunaan sistem-sistem informasi yang efektif dalam organisasi-organisasi (Kroenke, David, 1989)

Sumber :
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.html